Ekspor Batu Bara Jambi Nihil Juni 2026, Kinerja Pertambangan Merosot

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPS Jambi mencatat ekspor batu bara Jambi nihil pada Juni 2026.(poto: istimewa).

BPS Jambi mencatat ekspor batu bara Jambi nihil pada Juni 2026.(poto: istimewa).

Jambi, oegopost.id – Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi melaporkan realisasi ekspor batu bara jambi berada di angka nol pada Juni 2026. Penurunan hingga 100 persen ini menjadi pemicu utama merosotnya kinerja ekspor sektor pertambangan daerah.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, merinci total nilai pengiriman luar negeri Jambi hanya mencapai US$190,78 juta. Realisasi tersebut menunjukkan penurunan sebesar 2,02 persen bila membandingkannya dengan bulan Mei 2026 senilai US$194,72 juta.

Ekspor Batu Bara Jambi Turun Drastis Hingga Nihil

Pelemahan nilai perdagangan luar negeri ini terjadi lantaran penurunan pada komoditas pinang, kopi, teh, rempah, kayu lapis, pulp, kertas, hingga migas. Namun, komoditas minyak nabati serta karet dan produk olahannya masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif.

Data BPS mencatat nilai pengiriman batu bara yang sempat menyentuh US$2,44 juta pada Mei langsung turun drastis menjadi nol pada Juni. Kondisi ini menandai penurunan total atau 100 persen dalam kurun waktu satu bulan.

Baca Juga :  BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali

Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, nilai pengiriman batu bara baru mencapai US$6,08 juta. Angka ini anjlok hingga 83,03 persen daripada raihan periode sama tahun lalu yang mampu menembus US$35,85 juta.

Sektor Pertambangan Mengalami Pelemahan Akibat Ekspor Migas Menurun

Selain komoditas tambang hitam, sektor minyak dan gas bumi turut mengalami penurunan nilai pengiriman sebesar 9,64 persen. Capaian sektor migas menyusut dari US$98,45 juta pada Mei menjadi US$88,96 juta pada Juni 2026.

Penurunan drastis dua komoditas utama tersebut mendorong total ekspor sektor pertambangan merosot 11,83 persen. Nilai pengapalan komoditas pertambangan pun langsung terperosok dari US$100,89 juta menjadi tinggal US$88,96 juta.

Di tengah pelemahan sektor tambang, kelompok industri justru mampu menunjukkan performa perdagangan yang sangat menggembirakan. Sektor manufaktur melaju pesat dengan kenaikan 11,52 persen hingga berhasil membukukan nilai total US$95,52 juta.

Baca Juga :  Jambi Business Center Jadi Pusat Ekonomi Baru, Dorong Pertumbuhan Bisnis di Kota Jambi

Lima Negara Utama Menjadi Tujuan Ekspor Provinsi Jambi

Secara keseluruhan sejak Januari hingga Juni 2026, akumulasi nilai pengiriman barang Provinsi Jambi berhasil menembus US$1,02 miliar. Meski begitu, pencapaian ini sedikit terkoreksi 3,57 persen jika membandingkannya dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

BPS mencatat sektor industri pengolahan tampil sebagai penyumbang terbesar nilai pengapalan barang Jambi dengan kontribusi mencapai 50,11 persen. Sektor pertambangan mengekor di posisi kedua dengan porsi 45,41 persen, sementara sektor pertanian menyumbang 4,49 persen.

Singapura, Jepang, Malaysia, India, dan Amerika Serikat masih memimpin sebagai lima negara tujuan utama perdagangan luar negeri Jambi. Pengiriman barang menuju negara Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Thailand bahkan terus mengalami kenaikan signifikan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Ekspor Batu Bara Jambi Nihil Juni 2026, Kinerja Pertambangan Merosot

Berita Terbaru