Muaro Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menghadapi persoalan serius di sektor pendidikan karena kekurangan tenaga pendidik yang jumlahnya terus meningkat.
Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), menyampaikan bahwa kondisi ini terjadi akibat banyak guru yang sudah memasuki masa pensiun, sementara pemerintah belum mampu menggantinya dengan rekrutmen baru yang memadai.
Situasi ini membuat sejumlah sekolah di wilayah Muaro Jambi kekurangan guru dan berdampak langsung pada proses belajar mengajar di kelas.
Kekurangan Hampir Seribu Guru di Berbagai Mata Pelajaran
Berdasarkan data pemerintah daerah, Muaro Jambi saat ini membutuhkan sekitar 972 guru untuk menutupi kekosongan yang ada. Dalam periode 2024 hingga 2025, ratusan guru telah pensiun.
Namun, pemerintah belum dapat melakukan penggantian secara seimbang karena belum ada penerimaan guru dalam jumlah yang cukup melalui jalur CPNS maupun formasi lainnya.
Kekurangan ini tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga menyentuh mata pelajaran penting.
Guru Matematika, Bahasa Inggris, dan beberapa bidang studi lainnya menjadi yang paling terdampak. Kondisi ini berpotensi mengurangi efektivitas pembelajaran di sekolah-sekolah.
Pemerintah Ajukan Permintaan Tambahan Guru ke Pusat
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno mengambil langkah dengan menyampaikan langsung kebutuhan tenaga pendidik kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan segera agar proses pendidikan tidak terganggu lebih jauh.
Pemerintah daerah juga terus berupaya menjaga kualitas pendidikan meskipun menghadapi keterbatasan jumlah guru.
Selain mengajukan permintaan tambahan tenaga pendidik, Pemkab Muaro Jambi juga berfokus pada peningkatan fasilitas sekolah.
Revitalisasi 25 Sekolah Jadi Upaya Perbaikan Pendidikan
Selain masalah kekurangan guru, pemerintah pusat juga memberikan program revitalisasi untuk 25 sekolah di Muaro Jambi pada tahun ini.
Program tersebut bertujuan memperbaiki gedung sekolah dan fasilitas pendukung pembelajaran agar siswa dapat belajar di lingkungan yang lebih layak.(ar)









