Jakarta, oegopost.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) secara resmi membuka pendaftaran Beasiswa Tut Wuri Handayani hingga 30 Juni 2026. Selain itu, program ini memberikan kesempatan bagi tenaga kependidikan dan pegawai di lingkungan kementerian untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor.
Kemendiktisaintek menyelenggarakan program ini dengan durasi studi yang telah ditetapkan, yaitu maksimal 24 bulan untuk jenjang S2 dan maksimal 48 bulan untuk jenjang S3. Dengan demikian, peserta dapat menyelesaikan studi sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Penerima Beasiswa
Kemendiktisaintek menargetkan beasiswa ini kepada tenaga kependidikan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Secara khusus, penerima berasal dari unit utama Kemendiktisaintek, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), serta Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Sementara itu, untuk jenjang doktor, Kemendiktisaintek lebih memprioritaskan PNS yang bertugas di unit utama dan LLDIKTI. Oleh karena itu, program ini menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan internal kementerian.
Manfaat Beasiswa
Kemendiktisaintek memberikan berbagai fasilitas pendanaan kepada penerima beasiswa. Di antaranya, pemerintah menanggung biaya pendaftaran, biaya pendidikan, serta biaya buku dan bahan akademik. Selain itu, peserta juga memperoleh dukungan biaya penelitian dan biaya hidup.
Tidak hanya itu, beasiswa ini juga mencakup tiket perjalanan pulang-pergi serta dana darurat akademik. Dengan demikian, peserta dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terbebani biaya tambahan.
Syarat Umum Pendaftaran
Agar dapat mendaftar, pelamar harus memenuhi sejumlah persyaratan. Pertama, pelamar harus berstatus PNS aktif atau sedang menjalani tugas belajar. Kemudian, pelamar tidak boleh sedang terkena sanksi disiplin maupun masalah hukum.
Selanjutnya, pelamar wajib memiliki penilaian kinerja (SKP) minimal “Baik”. Selain itu, batas usia juga menjadi ketentuan penting, yaitu maksimal 47 tahun untuk S2 dan 50 tahun untuk S3 per 31 Desember 2026.
Di sisi lain, pelamar S2 harus telah menyelesaikan pendidikan S1, sedangkan pelamar S3 wajib menyelesaikan S2. Lebih lanjut, pelamar juga tidak diperkenankan mendaftar jika sudah pernah menempuh jenjang pendidikan yang sama.
Selain itu, pelamar tidak boleh menerima beasiswa lain dengan komponen pembiayaan yang sama. Untuk melengkapi persyaratan, pelamar juga harus mendapatkan izin atasan, menyusun personal statement, serta melampirkan surat keterangan kesehatan.
Terakhir, pelamar wajib berkomitmen untuk kembali dan mengabdi setelah menyelesaikan studi. Oleh karena itu, program ini menekankan kontribusi jangka panjang bagi institusi asal.
Syarat Khusus
Untuk jenjang magister (S2), pelamar baru wajib memiliki IPK minimal 2,75. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris harus mengikuti ketentuan perguruan tinggi tujuan.
Sementara itu, untuk jenjang doktor (S3), pelamar baru harus memiliki IP minimal 3,00 pada jenjang magister. Di samping itu, pelamar juga wajib memenuhi standar kemampuan bahasa Inggris sesuai kampus tujuan.***









