Jambi, oegopost.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendukung penuh strategi baru pencegahan kebakaran hutan gambut melalui pendekatan tata kelola air secara berkelanjutan. Gagasan ilmiah dari akademisi Universitas Jambi (UNJA) ini berfokus mengubah paradigma lama pemadaman api menjadi langkah antisipasi sejak awal.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menilai konsep Masyarakat Peduli Air (MPA-Air) sangat tepat untuk menjawab ancaman kebakaran tahunan di kawasan lahan basah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memantau tingkat kekeringan lahan jauh sebelum titik api atau hotspot bermunculan.
Ivan menegaskan bahwa kehadiran MPA-Air tidak mematikan peran kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sudah ada di lapangan. Kelompok MPA tetap bertugas memadamkan api, sementara tim MPA-Air fokus menjaga kelembapan gambut dan memantau tinggi muka air.
Pilot Project Desa Rawan Kebakaran Gambut Jambi
Untuk memastikan keefektifan program, legislator menyarankan pelaksanaan proyek percontohan di beberapa desa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Langkah uji coba ini bertujuan mengukur sejauh mana keandalan metode pengelolaan air dalam menekan potensi kebakaran.
Ivan meminta instansi terkait segera merumuskan prosedur operasional standar dan indikator ilmiah yang terukur selama musim kemarau. Jika uji lapangan terbukti berhasil menurunkan tingkat risiko kebakaran, pemerintah dapat memperluas skema ini ke seluruh wilayah gambut.
Selain pengujian di tingkat desa, DPRD Jambi juga mendorong integrasi data tinggi muka air ke dalam sistem Pos Karhutla dan dashboard pemantauan daerah. Integrasi data ini mempermudah petugas memantau kondisi lapangan secara cepat dan terukur.
Keterlibatan Perusahaan Konsesi Menjaga Tata Air Gambut
Di sisi lain, DPRD Jambi menekankan pentingnya peran aktif dunia usaha yang memegang izin konsesi di wilayah lahan gambut. Perusahaan wajib menjaga sistem tata air di area kerja mereka untuk meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kerja sama antara masyarakat, akademisi, dan pemegang izin konsesi menjadi kunci utama dalam memelihara ekosistem gambut agar tidak mengering. Ivan menyebut partisipasi swasta akan mempercepat pencapaian target perlindungan lingkungan di daerah.
Legislator Jambi menyatakan komitmen penuh untuk mengawal implementasi konsep MPA-Air ini melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Dukungan ini bertujuan agar program pencegahan berbasis riset akademis berjalan optimal di lapangan.
Tolok Ukur Baru Keberhasilan Penanganan Kebakaran Gambut
DPRD Provinsi Jambi sepakat mengubah indikator keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut secara menyeluruh. Pemerintah tidak lagi mengukur keberhasilan hanya dari seberapa luas lahan yang terbakar dan berhasil padam.
Indikator keberhasilan kini berfokus pada seberapa luas kawasan gambut yang berhasil dipertahankan tetap basah selama musim kemarau. Pendekatan baru ini menempatkan perlindungan kelembapan tanah sebagai parameter utama keselamatan lingkungan.
Ivan menutup penjelasannya dengan menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan air guna melindungi masyarakat dari dampak buruk bencana asap. Ia meminta seluruh pihak tidak menunggu munculnya api besar sebelum melakukan tindakan pencegahan di lapangan.(ar)









