DPRD Jambi Dorong Tata Kelola Air Cegah Kebakaran Gambut

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendukung penuh strategi baru pencegahan kebakaran hutan gambut melalui pendekatan tata kelola air secara berkelanjutan.(poto: istimewa).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendukung penuh strategi baru pencegahan kebakaran hutan gambut melalui pendekatan tata kelola air secara berkelanjutan.(poto: istimewa).

Jambi, oegopost.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendukung penuh strategi baru pencegahan kebakaran hutan gambut melalui pendekatan tata kelola air secara berkelanjutan. Gagasan ilmiah dari akademisi Universitas Jambi (UNJA) ini berfokus mengubah paradigma lama pemadaman api menjadi langkah antisipasi sejak awal.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menilai konsep Masyarakat Peduli Air (MPA-Air) sangat tepat untuk menjawab ancaman kebakaran tahunan di kawasan lahan basah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memantau tingkat kekeringan lahan jauh sebelum titik api atau hotspot bermunculan.

Ivan menegaskan bahwa kehadiran MPA-Air tidak mematikan peran kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sudah ada di lapangan. Kelompok MPA tetap bertugas memadamkan api, sementara tim MPA-Air fokus menjaga kelembapan gambut dan memantau tinggi muka air.

Pilot Project Desa Rawan Kebakaran Gambut Jambi

Untuk memastikan keefektifan program, legislator menyarankan pelaksanaan proyek percontohan di beberapa desa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Langkah uji coba ini bertujuan mengukur sejauh mana keandalan metode pengelolaan air dalam menekan potensi kebakaran.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Anak Melonjak, Dua Daerah di Jambi Masuk Zona Merah

Ivan meminta instansi terkait segera merumuskan prosedur operasional standar dan indikator ilmiah yang terukur selama musim kemarau. Jika uji lapangan terbukti berhasil menurunkan tingkat risiko kebakaran, pemerintah dapat memperluas skema ini ke seluruh wilayah gambut.

Selain pengujian di tingkat desa, DPRD Jambi juga mendorong integrasi data tinggi muka air ke dalam sistem Pos Karhutla dan dashboard pemantauan daerah. Integrasi data ini mempermudah petugas memantau kondisi lapangan secara cepat dan terukur.

Keterlibatan Perusahaan Konsesi Menjaga Tata Air Gambut

Di sisi lain, DPRD Jambi menekankan pentingnya peran aktif dunia usaha yang memegang izin konsesi di wilayah lahan gambut. Perusahaan wajib menjaga sistem tata air di area kerja mereka untuk meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kerja sama antara masyarakat, akademisi, dan pemegang izin konsesi menjadi kunci utama dalam memelihara ekosistem gambut agar tidak mengering. Ivan menyebut partisipasi swasta akan mempercepat pencapaian target perlindungan lingkungan di daerah.

Baca Juga :  Karhutla Tebo Memicu Lonjakan Kasus ISPA 2026, Dinas Kesehatan Minta Warga Waspada

Legislator Jambi menyatakan komitmen penuh untuk mengawal implementasi konsep MPA-Air ini melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Dukungan ini bertujuan agar program pencegahan berbasis riset akademis berjalan optimal di lapangan.

Tolok Ukur Baru Keberhasilan Penanganan Kebakaran Gambut

DPRD Provinsi Jambi sepakat mengubah indikator keberhasilan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut secara menyeluruh. Pemerintah tidak lagi mengukur keberhasilan hanya dari seberapa luas lahan yang terbakar dan berhasil padam.

Indikator keberhasilan kini berfokus pada seberapa luas kawasan gambut yang berhasil dipertahankan tetap basah selama musim kemarau. Pendekatan baru ini menempatkan perlindungan kelembapan tanah sebagai parameter utama keselamatan lingkungan.

Ivan menutup penjelasannya dengan menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan air guna melindungi masyarakat dari dampak buruk bencana asap. Ia meminta seluruh pihak tidak menunggu munculnya api besar sebelum melakukan tindakan pencegahan di lapangan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Panggil Pertamina Evaluasi Kuota LPG 3 Kg
Kebakaran Lahan Marak di Tebo Petugas Padamkan Api di Lima Lokasi
Kajati Jambi dan Menhut Raja Juli Antoni Turun Langsung Pantau Karhutla Tanjab Timur
Gubernur Jambi Al Haris Turun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan di Sarolangun
Rektor Universitas Jambi Melantik Pejabat FST Baru
Inovasi Moladambi Mahasiswa UNJA Raih Prestasi Nasional hingga Bebas Skripsi
Penanganan Karhutla Tanjab Barat Tegaskan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor
Pemkot Sungai Penuh Evaluasi Pelayanan JKN dan Fasilitas Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:05 WIB

DPRD Sungai Penuh Panggil Pertamina Evaluasi Kuota LPG 3 Kg

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Kebakaran Lahan Marak di Tebo Petugas Padamkan Api di Lima Lokasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Kajati Jambi dan Menhut Raja Juli Antoni Turun Langsung Pantau Karhutla Tanjab Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Gubernur Jambi Al Haris Turun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan di Sarolangun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Inovasi Moladambi Mahasiswa UNJA Raih Prestasi Nasional hingga Bebas Skripsi

Berita Terbaru