Jambi, oegopost.id – Sebanyak 3.560 peserta mengikuti SMM PTN Barat UNJA dalam Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMM PTN-Barat 2026) yang digelar Universitas Jambi (Universitas Jambi). Ribuan peserta menjalani ujian yang tersebar di Kampus UNJA Mendalo, Buluran, dan Telanaipura.
Rektor dan Wakil Rektor UNJA turun langsung memantau pelaksanaan hari pertama seleksi. Mereka memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan peserta mengikuti ujian dalam kondisi tertib.
UNJA Pastikan Ujian Berjalan Lancar
Wakil Rektor UNJA, Prof. Dr. Hafrida, menyebut SMM PTN-Barat menjadi jalur terakhir penerimaan mahasiswa baru setelah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP 2026) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT 2026).
Ia menegaskan pelaksanaan hari pertama berjalan tanpa kendala berarti. Panitia juga memastikan seluruh fasilitas ujian siap digunakan peserta.
“Seluruh rangkaian kegiatan pada sesi pertama berjalan dengan baik,” kata Prof. Hafrida saat meninjau pelaksanaan ujian.
UNJA menyiapkan fasilitas di seluruh lokasi ujian untuk mendukung kenyamanan peserta. Petugas lapangan juga aktif mengawasi setiap ruang ujian agar proses berjalan tertib.
Panitia mengatur pelaksanaan secara terstruktur selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Juni 2026. Sistem pengawasan di perketat untuk menjaga integritas seleksi di seluruh titik lokasi.
Empat Peserta Disabilitas Dapat Layanan Khusus
Dari total 3.560 peserta, UNJA mencatat empat peserta penyandang disabilitas ikut dalam seleksi tahun ini. Terdiri dari satu peserta tuna netra dan tiga peserta tuna rungu.
Panitia menyediakan ruang ujian khusus untuk peserta tuna netra. Pendamping juga di siapkan untuk membantu peserta selama proses ujian berlangsung.
UNJA menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan inklusif agar seluruh peserta dapat mengikuti seleksi secara setara tanpa hambatan teknis.
UNJA berharap pelaksanaan SMM PTN-Barat 2026 berjalan lancar hingga hari terakhir. Kampus menargetkan proses seleksi berlangsung tanpa gangguan yang merugikan peserta.
Prof. Hafrida menegaskan UNJA ingin memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang adil dalam seleksi ini.
“Jangan sampai ada hambatan yang dapat merugikan peserta,” ujarnya.(ar)









