Tebo, oegopost.id – Dampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, terus mengancam kesehatan masyarakat setempat. Bahkan, asap pembakaran memicu kasus ISPA Tebo melonjak tajam dalam kurun waktu delapan bulan terakhir.
Warga di berbagai kecamatan mulai menghirup bau asap pekat secara terus-menerus selama sepekan terakhir. Kondisi udara yang memburuk ini memicu gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok warga yang sudah memiliki riwayat penyakit paru.
Dinas Kesehatan Tebo Mencatat Lonjakan Ribuan Kasus ISPA
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo menyampaikan data resmi mengenai perkembangan penderita infeksi pernapasan tersebut melalui Kepala Bidang P2P, Ari Setiawan. Ia mengonfirmasi grafik kenaikan pasien yang datang berobat ke fasilitas kesehatan sejak awal tahun.
Pemerintah daerah mengumpulkan data dari seluruh puskesmas untuk memantau sebaran dampak paparan polusi udara. Petugas menghitung akumulasi pasien yang teridentifikasi mengalami gangguan pernapasan sejak Januari hingga pertengahan Agustus 2026.
Perbandingan Data Pasien ISPA Tahun 2025 Dan 2026
Ari Setiawan membeberkan angka perbandingan yang menunjukkan lonjakan signifikan penderita ISPA dibanding tahun sebelumnya. Pihaknya mencatat penambahan ribuan pasien baru dalam rentang waktu yang sama.
“Pada periode yang sama tahun 2025 tercatat 14.454 kasus, sedangkan tahun 2026 mencapai 17.872 kasus,” kata Ari saat memberikan keterangan resmi pada Jumat (21/8/2026).
Penjelasan tersebut mengonfirmasi kenaikan sebanyak 3.418 kasus infeksi saluran pernapasan akut di wilayah Tebo. Angka ini mencerminkan betapa tingginya paparan polusi asap yang membahayakan paru-paru warga.
Peta Wilayah Terdampak Dan Kesiapan Fasilitas Kesehatan Daerah
Dinas Kesehatan memetakan tiga wilayah kecamatan yang menyumbang angka penderita terbanyak saat ini. Petugas kesehatan menaruh perhatian khusus pada daerah yang berdekatan langsung dengan titik kebakaran lahan.
Puskesmas Pulau Temiang di Kecamatan Tebo Ulu mencatat jumlah kunjungan pasien pernapasan yang cukup tinggi. Selain itu, Puskesmas Tuo Pasir Mayang di Kecamatan VII Koto Ilir juga melaporkan kondisi serupa.
Kawasan Rimbo Bujang turut menyumbang lonjakan pasien ISPA yang mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Meski demikian, pemerintah daerah memastikan kesiapan medis tetap terjaga untuk melayani seluruh lapisan masyarakat.
Ari menegaskan ketersediaan obat-obatan bagi pasien ISPA di seluruh puskesmas saat ini masih dalam kondisi aman. Petugas medis siap memberikan penanganan cepat bagi warga yang mengeluhkan gejala gangguan saluran pernapasan.
Langkah Pencegahan Bahaya Asap Karhutla Bagi Kesehatan Warga
Dinas Kesehatan mengeluarkan imbauan resmi guna melindungi warga dari bahaya paparan asap karhutla yang semakin memburuk. Masyarakat wajib mengurangi durasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga keselamatan organ pernapasan.
Ari memberikan peringatan khusus kepada kelompok warga yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap polusi udara. Ibu hamil, balita, lansia, serta penderita penyakit paru kronis harus mengisolasi diri dari paparan asap.
Masyarakat harus mengenakan masker pelindung wajah secara benar saat terpaksa melakukan kegiatan di luar rumah. Langkah sederhana ini mampu meminimalisasi masuknya partikel debu pembakaran ke dalam paru-paru.
Warga juga perlu menutup rapat seluruh jendela dan ventilasi rumah ketika asap tebal mulai menyelimuti lingkungan sekitar. Tindakan ini efektif mencegah polusi udara masuk dan merusak kualitas udara di dalam ruangan.
Pemerintah melarang keras aktivitas pembakaran sampah maupun pembersihan pekarangan rumah dengan menggunakan api. Tindakan pembakaran mandiri justru akan memperparah kondisi polusi udara yang sudah membahayakan keselamatan umum.
Setiap warga harus memperhatikan gejala awal ISPA seperti batuk, pilek, tenggorokan gatal, serta mata perih berair. Jika tubuh mengalami gejala berat seperti sesak napas, warga wajib segera mendatangi puskesmas terdekat.(ar)









