Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi resmi menyerahkan hasil Program Kampung Bahagia Jambi Tahap I Tahun 2026 kepada masyarakat Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Sabtu (8/8/2026). Penyerahan bantuan fisik dan fasilitas sosial ini menyasar 15 Rukun Tetangga (RT) secara langsung.
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. memimpin penyerahan bantuan yang terpusat di RT 26 Rawasari tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Maulana dan 15 Ketua RT menandatangani berita acara serah terima program.
Adapun 15 lingkungan yang menerima manfaat tersebut meliputi RT 03, RT 06, RT 08, RT 09, RT 10, RT 15, RT 16, RT 18, RT 20, RT 22, RT 23, RT 25, RT 26, RT 29, dan RT 32.
Realisasi Pembangunan Fisik dan Fasilitas Kegiatan Sosial
Warga Kelurahan Rawasari memanfaatkan dana program untuk membangun berbagai infrastruktur lingkungan, seperti jalan, drainase, dan rabat beton. Warga juga melengkapi kebutuhan sosial dengan membeli tenda, kursi, sound system, serta alat musik pengiring acara.
Pencapaian ini membuktikan efektivitas pembangunan ketika pemerintah memberikan kewenangan penuh kepada masyarakat setempat. Kebutuhan yang terealisasi murni berasal dari musyawarah warga dalam menghadapi persoalan harian mereka.
“Kami melihat semangat gotong royong fisik warga sangat luar biasa dalam menyelesaikan pembangunan drainase, rabat beton, perbaikan jalan, hingga tempat ibadah. Masyarakat menjalankan seluruh regulasi Kampung Bahagia dengan baik,” kata Maulana.
Kelompok musik masyarakat bahkan menyambut kedatangan rombongan Wali Kota Jambi dengan alat musik baru dari hasil program. Acara serah terima tersebut juga memanfaatkan sound system milik RT 29 dan tenda pendukung.
“Grup rebana menyambut kami menggunakan alat musik dari Kampung Bahagia, begitu pula tenda dan sound system RT 29. Fakta ini membuktikan bahwa program memberikan manfaat riil yang langsung berguna,” jelasnya.
Pengelolaan Sampah dan Persiapan Pembangunan Tahap Dua
Selain fokus pada fasilitas lingkungan, Pemkot Jambi mengarahkan program ini untuk menyelesaikan persoalan sampah pemukiman melalui sistem Operasional Pengangkutan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
Wali Kota Maulana menempelkan stiker OPBM pada armada bentor roda tiga pengangkut sampah sebagai tanda pengoperasian.
“Kami menyerahkan bentor roda tiga untuk mendukung operasional pengangkutan sampah berbasis masyarakat. Langkah ini melengkapi sarana lingkungan yang sudah terbangun sebelumnya,” ujar Maulana.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga dalam menjaga kebersihan kawasan agar hasil infrastruktur tidak cepat rusak. Karena itu, masyarakat memegang peran kunci sebagai pelaku utama kelestarian lingkungan.
Melihat hasil positif tahap pertama, Maulana menginstruksikan seluruh Pokja dan Ketua RT untuk mematangkan persiapan pengerjaan tahap kedua.
“Pokja harus mempercepat penyusunan proposal tahap dua karena bulan September pengerjaan gotong royong wajib berjalan. Seluruh pekerjaan harus rampung pada Desember, atau dana kegiatan kembali ke kas daerah,” tegas Maulana.
Pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi anggaran tahap selanjutnya di kas kota. Warga tinggal menuntaskan musyawarah prioritas, melengkapi proposal, serta menyertakan nomor rekening Pokja penerima.
Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Penguatan Potensi Wisata
Pemkot Jambi tidak hanya merancang program ini untuk sektor fisik dan fasilitas umum semata. Pemerintah daerah mulai mengarahkan program untuk mendorong potensi UMKM serta kawasan wisata di tingkat lingkungan RT.
“Harapan kami Kampung Bahagia tidak hanya memperbaiki lingkungan fisik, tetapi juga mendorong kepedulian sosial, kebersihan, serta membuka peluang ekonomi UMKM dan potensi wisata,” tambah Maulana.
Infrastruktur skala besar yang menjadi wewenang Pemkot Jambi akan terus mendapat percepatan pengerjaan. Sementara itu, fasilitas yang menjadi wewenang pemerintah provinsi atau pusat akan masuk dalam skema koordinasi antarinstansi.
Ketua RT 29 Rawasari, Panghutan Sitanggang, mengapresiasi terobosan pemerintah kota yang memercayakan pengelolaan anggaran pembangunan secara mandiri kepada pengurus RT.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Jambi karena warga RT 29 kini bisa mengelola anggaran dan menentukan prioritas pembangunan wilayah sendiri,” kata Panghutan.
Ia berharap program partisipatif ini terus berlanjut agar tempo pembangunan berbasis masyarakat tidak terputus.
Skema ini terbukti efektif mengubah pola pembangunan dari cara lama menjadi gerakan swadaya mandiri warga. Melalui pendekatan dari tingkat RT, Pemkot Jambi terus memperkuat kemandirian warga menuju terwujudnya Kota Jambi Bahagia.
Sejumlah pejabat daerah menghadiri agenda tersebut, antara lain Camat Alam Barajo Andika Wahyu Ramadhanto, S.I.P., Lurah Rawasari Repulis, S.E., Ketua FKRT Kota Jambi H. Suparyono, para Ketua RT se-Kelurahan Rawasari, serta tokoh masyarakat setempat.(ar)









